Senin, 05 September 2016

MANFAAT ATAU KHASIAT KULIT BUAH MANGGIS

Manggis (Garcinia mangostana L.) adalah sejenis pohon hijau abadi dari daerah tropika yang diyakini berasal dari Kepulauan Nusantara. Tumbuh hingga mencapai 7 sampai 25 meter. Kulitnya berwarna merah keunguan ketika matang, ada pula yang kulitnya berwarna merah. Buah manggis dalam perdagangan dikenal sebagai ratu buah, sebagai pasangan durian, si raja buah. Buah ini mempunyai aktivitas antiinflamasi dan antioksidan. Sehingga di luar negeri buah manggis dikenal sebagai buah yang memiliki kadar antioksidan tertinggi di dunia.  Manggis berkerabat dengan kokam, asam kandis dan asam gelugur, rempah bumbu dapur dari tradisi boga India dan Sumatera.

Manggis merupakan sebuah pohon tropis yang tumbuh dalam suhu hangat dan stabil, paparan suhu di bawah 0 °C (32 °F) untuk jangka waktu yang lama, umumnya akan membunuh tanaman dewasa. Hortikulturis yang berpengalaman telah menumbuhkan spesies ini di luar ruangan dan membawanya untuk dikembangkan di daerah ekstrim, selatan Florida.

Buah manggis muda, dimana tidak memerlukan pemupukan untuk tumbuh (lihat agamospermy), pertama kali akan berwarna hijau pucat atau hampir putih di bawah kanopi. Saat buah membesar selama 2 hingga 3 bulan ke depan, warna kulitnya akan menjadi hijau gelap. Pada periode ini, pertumbuhan ukuran buah dapat meningkat hingga kulitnya berukuran 6–8 cm (2,4-3,1 inchi) dengan diameter luar, akan tetap keras hingga pematangan akhir tiba.

Manggis bersifat apomiksis obligat, biji tidak berasal dari fertilisasi dan diduga mempunyai keanekaragaman genetik sempit, sehingga diperkirakan manggis di alam hanya satu klon dan sifatnya sama dengan induknya. Kenyataan di lapangan menunjukkan adanya keanekaragaman tanaman manggis yang mungkin disebabkan faktor lingkungan maupun faktor genetik akibat mutasi alami sejalan dengan sejarah tanaman manggis yang telah berumur ribuan tahun.

Sifat kimia dari permukaan bawah kulit manggis terdiri dari berbagai polifenol, termasuk xanthones dan tanin yang menjamin astringent dapat menghambat perhatian serangga, jamur, virus tanaman, bakteri dan pemangsa hewan, pada saat buah belum matang. Perubahan warna dan pelunakan kulit menjadi proses alami yang menunjukkan pematangan buah dapat dimakan dan benih telah selesai berkembang.

Kehebatan kulit manggis tidak luput dari perhatian peneliti di Indonesia. Menurut Dr Agung Endro Nugroho MSi Apt, kulit manggis mengandung 50 senyawa xanthone. Xanthone ialah bioflavonoid yang bersifat antioksidan, antibakteri, antialergi, antitumor, antihistamin, dan antiinflamasi. Molekul biologi aktif ini memiliki struktur cincin 6 karbon dan kerangka karbon rangkap, sehingga sangat stabil. Di alam ada 200 jenis xanthone, sejumlah 50 di antaranya ditemukan di kulit manggis.

Yang paling banyak memiliki efek farmakologis adalah alfamangostin, betamangostin, dan garcinon-E. Pemeran utama penumpas sel kanker ialah alfamangostin dan garcinon-E. Keduanya menghambat proliferasi sel kanker dengan mengaktivasi enzim kaspase 3 dan 9, yang memicu apoptosis atau program bunuh diri sel kanker. Alfamangostin juga mengaktifkan sistem kekebalan tubuh dengan merangsang sel pembunuh alami yang bertugas membunuh sel kanker dan virus.

KHASIAT KULIT BUAH MANGGIS
  • menyemebuhkan HIV/AIDS
  • menghentikan diare
  • mencegah radang usus
  • mencegah penyakit jantung
  • menurunkan kolesterol
  • menurunkan tekanan darah tinggi
  • memperlambat proses penuaan
  • mencegah penyakit batu ginjal
  • membantu penglihatan mata
  • menurunkan demam
  • memperkuat sistem daya tahan tubuh
  • membantu menurunkan kadar gula dalam darah
  • menyembuhkan sariawan
  • mengobati penyakit migren
  • mengobati stres dan mengurangi depresi
  • mencegah kemandulan
  • mencegah berbagai kanker
  • mencegah infeksi paru paru dan TBC
  • meminimalkan gejala nyeri saat menstruasi
  • menyembuhkan borok luka
  • membantu tidur agar lebih nyenyak

Menyemebuhkan HIV/AIDS
Semua buah-buahan memiliki kandungan anti-oksidan, namun yang paling tinggi memiliki kandungan tersebut hanyalah kulit buah manggis, tapi ternyata tidak semua anti oksidan yang dimiliki buah-buahan bersifat bisa menyembuhkan penyakit, karena berbeda dengan kulit buah manggis yang anti-oksidannya mampuh menyembuhkan berbagai penyakit.

Anti mikroba
Kulit buah manggis mempunyai daya antimikroba terhadap beberapa jenis mikroba dan jamur.

Mencegah penyakit jantung
Buah manggis juga mengandung sejumlah mineral seperti tembaga, mangan dan magnesium. Kalium merupakan komponen penting dari sel dan cairan tubuh untuk membantu mengontrol detak jantung, dan tekanan darah. Dengan demikian, buah manggis menawarkan perlindungan terhadap stroke dan penyakit jantung koroner.

Menghaluskan kulit
Kandungan anti oksidan didalamnya mampuh mencegah penuaan dini dan meregenerasi sel kulit. 

Mengatasi diare
Lakukan langkah yang sama dengan cara mengatasi disentri, namun air rebusan yang tersisa lebih sedikit.

Mengatasi disentri
Kulit buah manggis dicuci, lalu dipotong-potongdan direbus dalam empat gelas air. Setelah mendidih dan air rebusan tersisa setengahnya, angkat dan dinginkan. Setelah dingin air rebusan disaring. Jika ada, bisa ditmbahkan sedikit madu, kemudian aduk dan minum 2 kali sehari. 

Mengatasi sariawan
Langkah cara membuatnya juga sama dengan cara mengatasi disentri, dan hanya air nya saja yang harus digunakan untuk berkumur.

Anti kanker
Penelitian tentang khasiat kulit manggis bagi pengobatan herbal terus dilakukan. Hal terakhir yang cukup mengembirakan adalah bahwa kulit manggis diharapkan bisa menjadi solusi untuk mengatsi berbagai penyakit berat mematikan seperti kanker.