Tomat (Solanum lycopersicum syn. Lycopersicum esculentum) adalah tumbuhan dari keluarga Solanaceae, tumbuhan asli Amerika Tengah dan Selatan, dari Meksiko sampai Peru. Tomat merupakan tumbuhan siklus hidup singkat, dapat tumbuh setinggi 1 sampai 3 meter. Tumbuhan ini memiliki buah berawarna hijau, kuning, dan merah yang biasa dipakai sebagai sayur dalam masakan atau dimakan secara langsung tanpa diproses. Tomat memiliki batang dan daun yang tidak dapat dikonsumsi karena masih sekeluarga dengan kentang dan Terung yang mengadung Alkaloid.
Terdapat ratusan kultivar tomat yang dibudidayakan dan diperdagangkan. Pengelompokan hampir selalu didasarkan pada penampilan atau kegunaan buahnya.
Dari ukuran dan bentuk, tomat dikelompokkan sebagai berikut:
- granola yang bentuknya bulat dengan pangkal buah mendatar dan mencakup yang biasanya dikenal sebagai tomat buah (karena dapat dimakan langsung),
- gondol yang biasa dibuat saus dengan bentuk lonjong oval (biasanya yang ditanam di Indonesia adalah kultivar 'Gondol Hijau' dan 'Gondol Putih', dan keturunan dari kultivar impor 'Roma') dan termasuk pula tomat buah,
- sayur adalah tomat dengan buah biasanya padat dan dipakai untuk diolah dalam masakan
- ceri (tomat ranti) yang berukuran kecil dan tersusun berangkai pada tangkai buah yang panjang.
Orang mengenal tomat buah, tomat sayur, serta tomat lalapan. Berdasarkan hal ini, fungsi tomat merupakan klasifikasi dari buah maupun sayuran, walaupun struktur tomat adalah struktur buah. Perkembangan pengetahuan, sekarang tomat tidak hanya sebagai pelengkap untuk makanan melainkan juga sudah dikenal luas untuk kecantikan. Manfaat tomat untuk kecantikan antara lain adalah untuk mengecilkan pori-pori dan mencerahkan kulit karena tomat kaya dengan kandungan vitamin C
MANFAAT TOMAT BAGI KESEHATAN
Tekanan darah tinggi
Tomat mengandung potasium atau kalium. Nah, dengan meningkatkan asupan kalium serta mengurangi natrium (garam-garaman) sangat penting untuk menurunkan tekanan darah. Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak tomat diduga mampu mengurangi tekanan darah pada penderita tekanan darah tinggi yang ringan.
Jantung dan pembuluh darah (kadiovaskular)
Kandungan serat, kalium, vitamin C, dan kolin dalam tomat bermanfaat untuk kesehatan jantung. Meningkatkan asupan kalium dan mengurangi natrium membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah) dan stroke, menjaga massa otot agar tidak hilang, menjaga kepadatan mineral tulang, dan mengurangi risiko pembentukan batu ginjal.
Kanker
Karena mengandung likopen, tomat diduga mampu mencegah berbagai kanker berbahaya seperti kanker serviks (leher rahim), usus besar, rektum, perut, paru-paru, ovarium, pankreas, prostat, payudara, dan kandung kemih. Tomat diduga membantu menjaga DNA dari kerusakan yang dapat menyebabkan kanker. Namun, asumsi tersebut masih membutuhkan bukti dan penelitian lebih lanjut.
Kulit
Menurut sebuah penelitian, likopen diduga mampu meningkatkan kemampuan kulit untuk melindungi diri dari paparan sinar ultraviolet (UV) yang berbahaya dan membantu menjaga kulit tampak awet muda. Selain itu, kandungan kolagen dan vitamin C dalam tomat juga berfungsi sebagai antioksidan yang membantu mencegah kerusakan kulit oleh matahari, polusi dan asap, mencegah kerutan halus, dan memperbaiki tekstur kulit secara keseluruhan.
Asma
Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi ekstrak tomat diduga mampu mengurangi gejala serangan asma pada penderita setelah atau selama olahraga.
Diabetes
Satu mangkuk tomat ceri mengandung sekitar 2 gram serat. Dan penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan berserat diduga mampu mengurangi kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 1 dan memperbaiki gula darah, lipid, dan kadar insulin bagi penderita diabetes tipe 2.
Depresi
Asam folat dalam tomat diduga dapat membantu mengatasi depresi. Caranya, dengan mencegah kelebihan pembentukan hormon homosistein dalam tubuh. Kelebihan hormon ini dapat mengganggu produksi hormon serotonin, dopamin, dan norepinefrin yang mengatur suasana hati, tidur, dan nafsu makan.
Sembelit
Mengonsumsi makanan dengan kandungan air dan serat tinggi seperti tomat dapat membantu kelancaran buang air besar, meminimalkan sembelit, dan mencegah dehidrasi.
Katarak
Rajin mengonsumsi tomat diduga mampu mencegah penyakit mata katarak.